Pertama Kali Makan


image

Bagi saya sebagai ibu yang suka memasak, waktu anak mulai mengenal MPASI sangat dinantikan. Sebelum memulai MPASI, saya menyempatkan diri untuk konsultasi dengan dokter spesialis anak. Sebenarnya materi tentang MPASI sangaaaaattt banyak bertebaran di internet maupun buku. Namun tidak ada salahnya bertanya langsung ke dokter agar bisa memilih menu yang tepat untuk MPASI si kecil. Dokter spesialis anak membantu menyusun menu untuk sebulan pertama MPASI. Untuk saya sebagai ibu baru yang menghadapi masa MPASI pertama anak, penyusunan menu itu SANGAT MEMBANTU! Tak sekedar dikasih menu, dokter menjelaskan dengan rinci dan sayapun bisa bebas bertanya. Kalau hanya membaca, hmm… saya khawatir salah menangkap apa yang ditulis dan sumbernya juga khawatir tidak benar. Sssttt… walaupun sudah berkonsultasi dengan  dokter tetap harus rajin baca. Referensi saya:

  • Sehat Lezat Olah Saji dr. Tiwi 

Buku ini menurut saya lengkap. Mulai dari persiapan sampai kandungan gizi menunya ada semua. Walaupun lengkap, saya tidak mengikuti semuanya. Ini hanya sebagai referensi. Ngikutin semuanya ribet. Hehheheee

    Website ini menjadi website terfavorit saya untuk referensi gizi si kecil. KOMPLIT! mulai dari gizinya, resep, tanya jawab ke ahli gizi, sampai majalah versi pdf gratisannya ada juga 🙂 

    Setelah konsultasi, baca referensi, dan menyesuaikan kondisi keuangan inilah menu 3 pekan pertama MPASI Rama

     Mempersiapkan MPASI sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Intinya sih ya sesuaikan saja dengan kondisi kita. Ga perlu berpatokan saklek dengan buku atau materi-materi yang bertebaran di internet (terutama instagram). 

    • Ga punya highchair? Pakai stroller bisa. 
    • Ga punya alat untuk strelir alat makan? Asal bersih insyaAllah aman. Alhamdulillah Rama sejauh ini ga ada masalah pencernaan. Prinsipnya setelah selesai makan segera cuci alat makannya. Alat makan disimpan di dalam toples besar kedap udara agar tetap bersih. 
    • Ga punya alat masak yg kayak selebgram? Ada dandang, panci kecil, dll. hahahaaaa 😀
    • Ga bisa beli bahan makanan import? Percayalah.. buah dan sayuran lokal jauh lebih baik. Sesuaikan saja dengan apa yang biasa kita makan. 
    • Jika punya budget khusus untuk membelikan si kecil daging/ayam kampung/salmon/dori yang harganya lumayan, bahan makanan tersebut bisa dibekukan namun dikemas per porsi sekali makan agar awet. Jika disimpan dalam porsi besar sekaligus, saat akan dipakai akan bolak balik keluar freezer. Hal tersebut membuat bahan makanan cepat rusak.
    • simpan MPASI beku untuk cadangan. MPASI beku bisa dipakai saat sedang tak sempat buat atau bisa sebagai bekal kalau nginep atau bepergian yang tidak memungkinkan gotong-gotong alat masak. Dibandingkan makanan instant? 😉 

      image

      Alhamdulillah mulai dari awal MPASI sampai saat ini (11 bulan) Rama tergolong anak yang makan apa saja mau dan minum air putihnya gampang. Masalah alergi alhamdulillah bye! 🙂 nah… Sebanyak apapun referensi dalam persiapan MPASI maupun sebaik apapun persiapan menghadapi MPASI, kalau seorang ibu makannya susah si anak juga akan susah makan. Mulai dari hamil hingga menyusui, ibu pantang banget untuk picky eater alias pilah pilih makanan! 

      Categories: Assalamu'alaikum nak, parenting | Tags: | Leave a comment

      Tak Sekedar Gelar Ibu


      Setiap perempuan mungkin bisa dengan mudah mendapat gelar ibu karena memiliki anak. Mempertanggungjawabkan gelar ibu? Hm.. beraaaatt…….

      17 November 2016
      Imunisasi DPT keduanya Rama tetap dilakukan di puskesmas. Ke puskesmas membuatku banyak bersyukur. Allah seperti menepuk,”pit, kamu harus jauuuuh lebih bersyukur. Suamimu siaga mengantarkan, suami tidak merokok, diantara mereka banyak yang ekonominya lebih sulit, anakmu sehat, ASImu lancar! Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban.. nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

      Antrian imunisasi seperti biasa lumayan panjang. Tempat antrian imunisasi lagi dibongkar. Pasien yang mau imunisasi tersebar. Saya memilih menunggu di depan ruang konsultasi gizi karena lebih nyaman dan sepi. Saat menunggu di depan ruang konsultasi gizi, saya disapa ibu-ibu. “Permisi ya bu numpang duduk. Ke gizi juga bu?”. Sapaan awal itu ternyata membuat kami ngobrol panjang.

      Sebut saja Ibu Kya ya.. ibu kya ini memiliki anak laki-laki seumuran Rama. Umur anaknya lebih tua beberapa pekan. Ibu Kya tampak nyaman berbicara dengan saya karena kami sama-sama berjilbab, memiliki 1 anak laki berusia 5 bulan dan menjadi ibu rumah tangga tanpa ART. Saya mendengarkan ceritanya dengan berbagai macam perasaan. Ah.. Allah sedang menepukku.

      Anaknya Ibu Kya memiliki berat badan kurang. Atas saran ibu-ibu posyandu di daerah rumahnya, Ibu Kya dianjurkan untuk konsultasi ke ahli gizi di puskesmas (sebenernya puskesmas itu lengkap loh! saya malah baru tau ada ahli gizi di puskesmas baru-baru ini). Ibu Kya mengeluh. “Duh bu.. saya sudah bingung harus gimana lagi. Anak saya berat badannya masih aja kurang karena ASInya sedikit. Padahal saya udah makan katuk, minum kapsul pelancar ASI. Saya kan capek juga bu harus beres-beres rumah lah. Mana nih anak rewel mulu.”

      Pasti tidak hanya Ibu Kya yang mengalami hal serupa. Bahkan yang memiliki ART atau bebannya diringankan orang tua masih saja mengeluh saat berperan jadi ibu. Alhamdulillah saya dan suami bisa kompak. Baik mengurus anak maupun mengurus rumah. Harus dipahami oleh suami, istri di rumah itu bukan berarti istri jadi ART loh.. TAPI… bukan berarti menjadi istri di rumah kerjanya leha-leha. Nikmati setiap pekerjaan yang dilakukan. Apapun!

      Rama buat saya nomer 1. Urusan lain harus ditinggalkan saat rama butuh saya. Awal-awal ada Rama adaptasinya luar biasa. Capek? pasti! Nangis? Pernah.. Alhamdulillah suami tidak pernah keberatan untuk nyuci piring, memijat saya, dan……… dia paling ahli mengubah tangisan saya menjadi seyum >.<

      Memutuskan menikah dan akhirnya memiliki anak membuat saya belajar tidak egois. Sejauh ini saya belum pernah meminta secara khusus me time ke suami. Suami dan anak bisa kok jadi pelipur lelah kalau kita bisa menikmati gelar ibu. Jalan-jalan ke mall sama suami dan anak (saya kapok kalo jalan-jalan ke mall. Capek.. selama 6 bulan ada Rama, ngemall baru dua kali itupun terpaksa karena nyambi ada urusan), menikmati coklat hangat berdua suami sambil nonton film, makan sepiring berdua dengan suami, menyusui anak sambil dipeluk suami, jalan pagi keliling komplek, dan masih banyak hal lain yang bisa dinikmati.

      Kedekatan Allah harus yang utama. Hanya Allah yang bisa kasih kekuatan untuk saya dan kalian yang bergelar ibu tetap berdiri kuat. Semoga bisa Istiqomah. Semoga bisa mempertanggungjawabkan salah satu karunia terbesar dari Allah, gelar IBU.

      Categories: My Life | Leave a comment

      Masa Awal Menyusui


      Inget banget pernyataan salah satu dokter obgyn saya, dr.Gintha, “hamil tuh ga seberapa, masa menyusui itu yang luar biasa”. Huaaa… akhirnya saya paham banget maksud pernyataannya beliau.

      Saya termasuk alhamdulillah. Walaupun kelahiran si kecil melalui operasi SC (22 Juni 2016), ASI bisa langsung keluar. Tapi.. si kecil tidak terlalu baik menyusuinya karena ada tongue tie plus ibu baru ini masih belum mahir meletakkan posisi si kecil. Akhirnya berat badan si kecil saat keluar dari Rumah Sakit turun banyak 😦 (berat saat lahir 2,9 kg dan berat saat keluar dari rumah sakit 2,4 kg).

      Sebelum melahirkan udah ikut kelas laktasi, selama hamil udah baca buku tentang menyusui, dan selama 3 hari di rumah sakit dikunjungi dokter laktasi dua kali. Teteeeep… si kecil dan saya belum mahir menyusui.

      image

      Rekomendasi buku tentang menyusui

      Seminggu awal menyusui puting saya lecet.Rasanya? Haduh… sakitnya nikmat luar biasa~  Saya sadar kalau puting lecet berarti masih ada yg salah dari cara menyusui. Tapi… perasaan.. teori-teori yang diketahui sudah dilakukan.PERASAAN :p

      Kontrol minggu pertama setelah pulang dari rumah sakit, berat badan si kecil naik tapi tak signifikan. Dokter memperkirakan cara menyusui masih kurang tepat dan tongue tie si kecil.

      H-4 Menjelang lebaran menyempatkan ke dokter anak lagi. Dokter anaknya berbeda. Kali ini dokternya adalah kenalan suami, dr. Ayi dari kliniknya dr. Achmad Kemang Timur. Sengaja bela-belain ke dokter karena jedanya terlalu lama kalo harus menunggu libur lebaran. Ga tega juga liat si kecil yg terlalu mungil. Hmm.. Akhirnyaaaa Si ibu baru ini bahagia bertemu dokter yang sabaaaaarr! Kita satu jam di ruangan dokter 😀 saya belajar menyusui lagi dan suami belajar menyendawakan si kecil.Belajar sampai kita berdua benar-benar bisa.

      Jadi, apa yg selama ini salah??

      1. Areola kurang maksimal masuk jadi si kecil banyak ‘memainkan’ puting 
      2. Tidak berani memiringkan posisi si kecil (kepala sampai kaki si kecil harus menghadap saya. Perut si kecil bertemu perut saya)
      3. Tidak rileks (bahu saya naik padahal ga perlu menaikkan bahu. Bahu naik ga bikin payudara naik malah menunjukkan ketidak nyamanan. Setiap bahu saya naik, dokter akan menekan bahu saya sambil tersenyum dan bilang, “rileks aja mba..” >.< )

      3 hal sederhana itu sukses bikin lecet dan rasanya mau menyerah. Alhamdulillah support suami dan melihat muka si kecil yg mungil berhasil bikin semangat untuk menyusui.

      Tgl 30 juli kondisi si kecil akan dipantau lagi. Jika berat badan masih tak naik signifikan, maka si kecil akan di insisi. Dokter sudah menjelaskan bagaimana prosedur insisi. Tindakannya sederhana kok, tapi saya teteeep ngerasa degdegan 😦

      Categories: Ulalaaa | Tags: , , | Leave a comment

      Tongue Tie


      Pertama kali mengetahui tentang tongue tie dari buku tentang menyusui punya kakak ipar. buku itu saya baca sewaktu hamil. Ga nyangka ternyata si kecil punya tongue tie yang sangat terlihat jelas 😦

      image

      Buku tentang menyusui yang saya baca saat hamil

      Tongue tie merupakan garis lidah bawah yang terlalu maju ke depan. Apa pengaruhnya? Pengaruhnya adalah si kecil tidak bisa maksimal menyedot asi (sedotan tidak maksimal dan isapannya sering terlepas) dan kemungkinan besar akan cadel.

      Si kecil memiliki tongue tie yang sangat terlihat jelas karena garis lidah bawahnya maju banget ke depan. Efeknya, secara kasat mata kenaikan berat badan si kecil ga signifikan..

      30 Juli 2016

      Hari ini kontrol sebulannya si kecil. Agenda utamanya adalah vaksin hepatitis B II dan kontrol perkembangan tongue tie. Target dari dokter Ayi, sebulan setelah lahir berat badan nambah minimal 800gr. Berat badan si kecil cuma nambah 700gr….. 😦 lahir dengan berat 2,9kg dan saat ini berat badannya 3,6kg. Waktu keluar dari RS berat badannya Rama cuma 2,4 kg. Mungil banget yaa >.< kalau terhitungnya dari saat keluar RS sebenernya kenaikan berat badan lumayan. Hiks.. tetep aja kurang banyak nambah berat badannya..

      Dokter Ayi sangat menyarankan insisi segera. Berat badan masih termasuk kurang dan selagi usianya masih sebulan. Saya dan suami langsung setuju. Bismillah ya nak………..

      Di klinik tidak ada perlengkapan untuk insisi. Dokter Ayi memberikan pilihan. Mau tindakan di RS Asih atau RSPP. Beliau selain praktek di klinik dr. Achmad juga praktek di kedua RS tersebut. Karena kita mau tindakan hari ini juga, kita putuskan untuk tindakan di Asih. Lebih dekat.

      Akhirnya dari klinik dr. Achmad kita ke RS Asih.

      Sebelum insisi, ASI diperah si kecil dikondisikan tidak terlalu kenyang dan harus dibedong agar tangan dan kakinya tidak mengganggu saat tindakan.

      Rangkaian yang akan dijalani secara garis besar

      • Tongue tie diberi perahan asi
      • Tongue tie digunting
      • Tongue tie ditekan dengan kapas basah (basahnya basah ASI)
      • Si kecil langsung menyusui

      Ya.. tindakannya seSEDERHANA itu

      Kenyataannya

      ASI saya kurang banyak saat diperah dan sebagai tambahannya adalah obat. Semacam obat kebal. Tindakannya memang sederhana tapi berhasil membuat saya tertegun dan menitikkan air mata mendengar jeritan tangisannya. Melihat si kecil berontak sambil mengucurkan banyak darah. Duh.. emak mana yg tega liat anaknya gitu 😦 yaa.. terkadang kita harus merasakan perih dulu nak sebelum merasakan suatu kenikmatan. InsyaAllah setelah insisi makin sehat dan pintar ya nak.. 🙂

      Terima kasih dokter Ayi yang sudah meluangkan waktu sibuknya untuk menginsisi si kecil. Makasih juga buat eyang akung dan uti yg udah do’ain. Ga lupa terima kasih buat eyang pen yang udah ikutan panik beberapa hari yang lalu sampai bela-belain telpon dan jadi lebih panik karena teleponnya ga diangkat. Akung lagi kerja pun sampai ditelponin cuma buat nanya gimana kabarnya si kecil. Huhuhuuuu… terharu.. kiss hug buat semua yang mencintai si kecil ♡

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Aksi Bela Islam Jilid III


      image

      Bergetarkah hatimu saat melihat berbagai foto aksi hari ini? Foto di atas ini adalah salah satunya.

      Masya Allah ya..  siapa lagi kalau bukan Allah yang menggerakkan kaki-kaki mereka untuk melangkah ke aksi ini. Atau mungkin ada malaikat-malaikat yang ikut di dalam lautan manusia itu? Wallahualam..

      Kalau anda muslim, STOP nyinyir, mencela, atau apalah sebutannya. Kalau tidak suka dengan orang-orang tertentu jangan mencela lainnya juga apalagi sampai mencela ulama dan orang-orang sholeh.

      Sedih dan kasihan saat ada yang bela-belain banget si bapak-bapak  yg bikin gemes itu dengan berbagai macam cara. Pintarlah ‘membaca’ apa-apa yang terjadi.

      Penistaan agama, ada narkoba di tiang pemancang dari cina. pengibaran bendera rrc (yang menyiarkan tvri), presiden tidak menemui peserta aksi 411 dengan alasan nengokin proyek trus ga bisa balik karena macet, hari ini juga kabarnya presiden nengokin proyek (alhamdulillah ternyata bapak presiden akhirnya ikut jumatan bareng.. http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/02/ohjku8335-umat-takbir-saat-lihat-jokowijk-ikut-shalat-jumat ) , pengeboman di kalimantan (berita stasiun tv menyampaikan kalau tersangka adalah marbot masjid), mau sholat jum’at besar-besaran aja pada ‘kepanasan’, bapak kapolri pilih kasih, daaaaaann lain-lain. Haduh.. lebih dari sekedar urusan pilkada!

      Allah.. Kau pembolak balik hati dan sebaik-baik pelindung.

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Singkong Keju Cinta


      26 September 2016

      Setahun lebih sebulan 4 hari menikah belum pernah belanja (apalagi ngolah) singkong. Tapi… bukan berarti buta dengan urusan singkong kok. Lumayan lah tau ngolahnya dikit-dikit. Hehehee!

      Hari ini suami (sambil gendong rama) ngintilin saya belanja sayur di tukang sayur yg suka lewat depan rumah. Dia liat singkong dan minta dibeliin. Jujur aja kita ga tau gimana cara milih singkong yang bagus. Cuma percaya aja sama tukang sayur pas dia bilang singkongnya bagus (abang sayur motekin singkong dikit. Tampilan singkong putih bersih dan kulit arinya ada warna ungu-ungu). Yuhuuu… kita beli seplastik isi 3 singkong ukuran sedang.

      Siang yang rada mendung suami minta digorengin singkong merekah yang kayak di abang gorengan. Wiih… dia ngeledek “kamu bisa ngupas singkong?”. Dengan yakinnya saya jawab, ” bisa dooong!” Eh.. alhamdulillah bisa beneran kok. Hahahaa.

      Baruuuuu banget ngupas eh ada panggilan “ngeeeeng… ngeeeeng..” owow rama bangun dan minta dikelonin. Prioritas rama dong.. suami akhirnya melanjutkan eksekusi singkong. rebus singkong dengan garam dan merica sampai agak empuk. Tiriskan. Goreng. Hasilnya merekah sempurna~♡

      Suami dengan sigapnya lari ke warung buat beli keju dan susu kental manis sebagai pelengkap si singkong goreng. Kebetulan stok thousand island masih ada. Jadilah singkong keju dengan dressing thousand island dan susu kental manis.

      Busui selesai ngelonin rama dengan keadaan lapar. Di meja makan tersaji singkong goreng. Aaaaaa…. love! Jadi saya beri nama si singkong dengan SINGKONG KEJU CINTA deh yaa ♡♥

      image

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Pertama Kali ke Puskesmas


      Gak cuma Rama doang yang pertama kali ke puskesmas, emaknya juga baru pertama kali nih 😀

      Kontrol dua bulannya Rama ga ke klinik dr. Achmad yang di kemang karena vaksin bcg stoknya lagi kosong. Tau dong lagi heboh-hebohnya vaksin palsu.. Bidan di klinik menyarankan ke puskesmas aja karena vaksinnya lebih terjamin dan gratis.

      Sabtu 27 Agustus 2016
      Pertama kali saya menginjakkan kaki ke puskesmas sukmajaya agak speechless… ya Allah, begini ya puskesmas. Ruame buanget dengan berbagai penyakit ada di sini! Mulai dari anak kecil sampai orang tua juga ada di sini!.

      Sebenernya udah dikasih tau sama temennya suami kalo mau imunisasi di puskesmas harus cek dulu kapan imunisasinya. Puskesmas tidak melayani imunisasi setiap hari. Kita mah tetep aja dateng ke puskesmas dengan niat utama kali ini jalan-jalan. Klo pas jadwalnya ada imunisasi ya imunisasi….kalo ga ada jadwalnya ya pulang lagi. Hahahaaa!

      Ternyataaaaaa
      Bukan jadwalnya imunisasi.
      Jadwal terpampang di depan pintu puskesmas. Imunisasi dijadwalkan selasa kamis.

      Langsung pulang?
      Ga..
      Saya ngamatin orang-orang di puskesmas sekalian nunggu suami yang mampir ke toilet (dan saya juga jadi pusat perhatian karena keliatan ribet. Duduk di depan loket sambil nyusuin rama pake apron plus di samping saya tas besarnya rama. Ketara banget lah baru pertama kali ke puskesmas bawa anak pertama). Hari sabtu jadwalnya manula berobat. Jadi rame banget sama nenek kakek. Kalo diliat-liat sebenernya puskesmas ini komplit loh.. mulai dari poli anak sampai manula ada. Mulai dari poli gigi, gizi, sampai psikolog juga ada loh! (Baru tau..). Sayangnya… puskesmas ga bersih 😥  Kebetulan suami ada project di salah satu puskesmas daerah bandung. Puskesmasnya ini bisa dibilang puskesmas terbaik se jawa barat. Aku tanya ke suami gimana kondisi puskesmas sana. Jawabannya 11 12 sama puskesmas ini. Yaaa… begitulah. Ga kebayang gimana pelayanan kesehatan yg ada di plosok 😥 😥 😥

      Hm.. urusan ke kamar mandi tuntas. Aneh deh klo langsung pulang. Akhirnya mampir ke warung mie ayam depan puskesmas. Busui merindukan seporsi mie ayam plus baksoooo~ maafkan umi ya mas rama… umi lagi pengen banget mie ayam bakso :’)

      Selasa 30 Agustus 2016

      Hari ini Rama beneran imunisasi. Sampai di puskesmas sekitar jam setengah 10. Untuk ukuran datang ke puskesmas ini siang banget loh..

      Dapet no. Urut 49

      Di kartu tunggunya ada tulisan BIK 49

      dengan sok taunya saya dan suami ke poli anak. Uiiiihh…. ruamee buangett!!! Lagi-lagi saya keliatan banget baru ke puskesmas. Ada dua ibu-ibu yang ngobrol dengan saya dan bilang,”baru pertama kali ke sini ya bu?” Heeee…. iyaaa…

      Suami keluar dari ruang tunggu poli anak karena isinya ibu-ibu dan anak-anak doang. Terlalu crowded >.<

      Nomer urutnya rama 49. Denger-denger di dalam baru no. 19……………… glek! masa iya nih cuma mau imunisasi nunggunya selama itu. Curiga. Nanya sama mba-mba yang bagian nimbang berat badan. Ternyataaa.. imunisasi itu ada ruangan khususnya. Fiuh! Alhamdulillah. Satu sisi bersyukur satu sisi ngebayangin luar biasa ya perjuangan nungguin dokter. Ibu-ibu yang ngobrol sama saya anaknya agak demam dan nomer urut mereka 30-an. Hiks.. saya rasanya ga sanggup klo harus nunggu selama itu 😥

      di bagian imunisasi ternyata sudah nomer 40. Alhamdulillah….

      Akhirnya nama muhammad ramadhan achsyan dipanggil. Saya degdegan #loh luar biasanya si rama, dia nangisnya cuma sekejap. Aku yakin pasti sakit. Liat cara nusuknya bikin ngilu. Yaaa imunisasi bcg itu memang cara nyuntiknya bikin berbekas.

      Urusan imunisasi beressss.. bayarnya? Cuma administrasi aja 2 ribu. 2 ribu???? Iya 2 ribu.. 🙂

      Imunisasi berikutnya ke puskesmas aja ya rama 🙂

      Bulan depan lebih seminggu rama balik lagi ke puskesmas untuk imunisasi dpt. Kata bidan efek sampingnya demam. Hmmm… siapin mental yg lebih oke nih!

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Olahan Daging Qurban


      Akhirnyaaaaaaa
      Tertantang untuk ngolah daging qurban sendiri! Idul adha tahun kemarin, daging diolah oleh mamah mertua. Kali ini saya yang ngolah sendirian tanpa bertanya ke umi maupun mamah (dengan personil icip: suami)

      Saya bagi dua term. Iga dan satu tulang besar (entah tulang apa) dibuat sop. Term daging saya bingung tuh daging mau diapain. nah ngolah dagingnya tuh yang mikirinnya sampe seminggu 😀

      Sop Iga

      Sebagai seorang ibu yang memiliki bayi 3 bulan dan tanpa khodimah, bagi saya luar biasa lah bisa masak ini. Tulangnya udah direbus dari beberapa hari yang lalu dan saya simpan di freezer. Kalo ga gitu…. ga keburu. Yang kepengen sop keburu bubar >.< Bawang goreng juga udah sempet buat dari beberapa hari yg lalu.

      image

      Urusan sop daging sebenarnya udah pernah buat sendiri sekali. Bumbunya cuma bawang putih, lada, pala, garam, sedikit gula. Semua bumbu dihaluskan plus ditumis! Bumbu ditumis bikin aromanya lebih mantap. Kali ini sop nya di improve sedikit. Tambahin kaldu jamur totole dan daun jeruk. Huaaa.. segeer! Ditambah daun bawang seledri dan bawang goreng semakin nikmat. Sayang rasanya sedikit keasinan :p

      Sambal Goreng Daging

      Kepikirannya mau ngolah daging kayak yang suka mamah mertua buat (sejenis rendang gitu deh) tapi kepengen juga buat kayak sambel goreng santannya umi. Ada pete kiriman mertua dan suami request tuh pete minta diolah. Walaaa.. tertantang lah ngolah daging dengan aneka bumbu dan santan. Kalo masak yang bumbunya macem-macem plus pake santan belum pernah buat sendiri. Cuma pernah liat aja pas mamah dan umi masak. Ceritanya sok-sokan ga mau nanya mereka. Mikir-mikir akhirnya mengeksekusi daging dengan bahan sebagai berikut

      3 kemiri
      Sejumput ketumbar
      8 siung bawang putih
      9 siung bawang merah
      Kunyit
      Garam
      Merica
      Gula
      Lengkuas
      2 lbr Daun salam ukuran besar
      1 Daun jeruk ukuran besar
      1 bungkus ka** Santan ukuran kecil

      image

      Cara masaknya alhamdulillah pernah merhatiin umi dan mamah jadinya bisa 😀

      Semua bumbu diulek kecuali lengkuas digeprek aja dan dedaunan (daun salam dan daun jeruk) dirobek dikit. Bumbu yang udah diulek ditumis sampai matang (kecoklatan), masukkan daging, lengkuas dan dedaunan (daun salam dan daun jeruk). Ga perlu ditambahkan air terlebih dahulu karena si daging akan mengeluarkan air. Tunggu sampai agak sat (kuah mengental). Biasanya daging masih agak keras jadi tambahkan air matang kira-kira 400ml. Tunggu sampai sat lagi. Tambahkan pete. Hasilnyaaaa…Aroma persissss sambal gorengnya umi dan tampilannya kayak ‘rendang’nya mamah. Luarrr biasa! Sayangnya agak gosong saat sat pertama karena ditinggal nyusuin anak 😥 alhamdulillah rasanya masih oke plus dagingnya bisa empuk.

      Alhamdulillah~
      Yeaaay next lebaran bisa masak sendiri nih 😉

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Martabak Green Tea


      image

      Sssttt… martabak ini yang buat suami tercinta ♡ (tapi tetep… yang fotoin saya 😉 )tiba-tiba dia bilang, “pengen deh buat martabak atau pizza”. Saya menanggapinya hanya “aku ada resep martabak manis di blog. Kayaknya bisa manfaatin bahan kue yang ada di rumah”. Cek bahan-bahan.. ternyata ada beberapa bahan yang harus diganti.
      * susu cair -> susu dancow 1sachet + air hangat 300ml
      * vanili -> green tea powder 1 sdm

      Hasilnyaaaa

      Enaaak! 1 resep dijadikan dua martabak. 1 topping strawberry dan satunya lagi topping cokelat. Saya paling suka topping strawberry. Pas!

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment

      Pertama Kali Pijat


      15 Agustus 2016

      Rencana awalnya Rama mau diurut/pijat sama nenek marni tgl 13 kemarin. Nenek marni langganan urutnya umi. Pijatannya mantap nak! Mulai dari pra nikah sampe ada kamu, umi urut sama nenek marni. Dua hari kemarin abi sibuk, akhirnya baru bisa urut hari ini.

      Dari jam 4 pagi sampai setengah 6 pagi sebenarnya kamu melek. Keenakan ngobrol sama umi, abi, dan uti. Berangkat ke nenek marni jam 6 dari rumahnya uti dalam kondisi tertidur lelap.. umi khawatir kamu pas diurut rewel karena ngantuk.

      SURPRISE!!!
      ternyaya malah super anteng dan tampak sangat menikmati pijatan nenek marni

      image

      image

      Wih… InsyaAllah sebulan sekali kita urut ya nak ♡ ga perlu babby spa. Cukup nenek marni dan pijatan umi abi abis mandi 😉

      Categories: Ulalaaa | Leave a comment