Wanna be Teacher….? Part II


MAN 13 memang punya kesan tersendiri buatku. MAN 13 adalah sekolah pertama ku untuk pendidikan ‘kehidupan dan ‘dakwah’..

Berawal dari kebencian terhadap sekolah, saat ini telah merubah ku menjadi mencintai sekolah ini. Banyak yang bilang sayang kalo cuma ‘mentok’ di MAN 13. Buat ku, MAN 13 ladang ku beramal.

Menggantikan Bu Mutiah memang tidak mudah. Ada lima kelas yang diajarkan oleh beliau:

» XII Ipa-A: kelas ini mengingatkan saya pada XII Ipa-A nya jaman saya sekolah🙂 merasa banyak kemiripan karakter anak-anaknya. Tidak sulit untuk beradaptasi dengan kelas ini. Bahkan di hari ke dua pun saya dapat kue dari mereka karena salah satu murid ada yang ulang tahun :’)

» XII Ipa-B: Perbedaan kelas ini dengan XII Ipa-A, kelas ini agak lebih ‘high class’. Anak-anaknya lebih ‘dandan’. Untuk karakter secara umum mereka jauh lebih mudah dalam pendekatan. hari pertama langsung ada yang minta mentoring. waaaa….. Alhamdulillah…

» XII Ipa-C:Dari total lima kelas yang aku ajar, ni kelas paling TOP! jumlah laki-lakinya cuma 11 dari 35 orang (di depan kelas berasa lagi ngisi keputrian :p) danyang palin TOP nya adalah… dengan perempuan sebanyak itu, kelas ini paling sepi dan nurut (entah nurut atau pasrah..). Pertama kali aku masuk ke kelas ini, cuma kenalan nama, alumni MAN 13, dan Kuliah. JUST IT! ga ada yang nanya aneh-aneh… dan saat ku bilang,” langsung belajar ya..” mereka langsung buka buku dan duduk manis. waduh..asli nih kelas anteng banget. akunya sampe bingung -.-” yaa.. itung-itung nih kelas sebagai ‘peredam’ kelas lainnya😉

» XI Ipa-A: secara kemampuan, kelas ini lumayan. tapi yang mencolok dari kelas ini adalah, kelas ini belum kompak. yang pintar masih ‘pintar sendiri’ dan cenderung agak egois.

» XI Ips-A: buatku, kelas ini unik dan mengasyikkan. bayangan ips yang susah diatur musnah di kelas ini🙂 mereka antusias banget belajar matematika. bahkan mereka rebutan ngerjain soal matematika di papan tulis. yang belum tertaklukkan olehku tinggal 4 murid perempuan. mereka 1 geng. mereka harus disamperin baru merhatiin. terkadang bahkan mereka terlalu berisik. tapi.. it’s ok lah. lagi-lagi aku ga mau memaksakan mereka duduk manis. apalagi IPS. buatku asal mereka bisa mengerjakan soal ga masalah.

seperti yang kubilang sebelumnya. Masing-masing kelas memiliki karakter khusus. Tetapi secara umum aku lebih mudah menghadapi murid laki-laki daripada murid perempuan.

aku akhirnya menghadapi murid yang hampir sama sepertiku saat sekolah..

muridku ketauan mengerjakan tugas matematika di pelajaran lain. guru pelajaran lain itu yang pernah berkasus dengan ku……… hmmm… entah beliau masih ingat dengan kasus ku atau tidak. yang pasti aku masih sangat jelas mengingatnya karena dalam sejarah pendidikanku, aku hanya berkasus dengan satu guru yaitu beliau. bedanya dengan muridku, aku waktu itu mengerjakan biologi. tapi itupun pelajarannya belum dimulai. pelajaran belum dimulai, tetapi beliau udah ada di dalam kelas. apesnya aku, aku tidak menyadari dan guru itu lagi luar biasa sensi. pelajaran lainnya, pelajaran apa? gurunya siapa? ah.. ga usah dirinci ya..😉

ya.. semoga murid-murid itu bisa jauh lebih baik  dari ku..

aamiin….

-Berdasarkan postingan di http://www.palupiutami.tumblr.com

27 Oktober 2012-

Categories: My Life | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: