Milad 22 th – Umroh 2012 #part umroh I


# 3 Juli 2012 #

rangkaian perjalanan sesungguhnya siap dimulai..

Setibanya di kota Mekkah , kita langsung menuju Hotel Saraya. Letak hotelnya sekitar 300 meter dari masjidil Haram.

Image

Masjidil Haram – Hotel Saraya

Rangkaian ibadah umroh akan dimulai pukul 9. Sebelum memulai rangkaian ibadah umroh, kita diberi kesempatan untuk sarapan dan merapihkan tas di kamar masing-masing. Jam 9 semua jamaah kumpul di lobi hotel dan bersama-sama menuju Masjidil Haram..

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Kupenuhi Panggilan-Mu ya Allah untuk Umroh

Ihrom sudah dikenakan.. niat umroh sudah diucapkan..

Rangkaian umroh yang akan dilalui singkat. Hanya tawaf (mengelilingi ka’bah sebanyak 7x), sa’I (berlari-lari kecil dari bukit shafa ke marwa sebanyak 7x), dan diakhiri dengan tahalul (memotong sebagian rambut).
Panas yg sangat terik sudah tidak terlalu dirasakan. Hm.. Lebih tepatnya tidak dipedulikan. Langkah-langkah kaki sudah semakin mendekati Masjidil Harom. Perasaan semakin ga bs diungkapkan dengan kata-kata.. Speechless………..
Memasuki masjid semakin speechless. Allahu Akbar.. Ini mimpikah? Tidak.. Ini sama sekali bukan mimpi.. Tanganku semakin erat menggenggam tangan mas galih. Mata semakin nanar ingin menangis. Allah.. Allah.. Allah..
Beberapa langkah memasuki masjid, Ka’bah terlihat dengan jelas. Allahu Akbar………
Rasanya ada energi yang berbeda saat pertama kali melihat ka’bah. Mata yang sudah nanar akhirnya mengeluarkan air mata. Air mata menetes… Genggaman tangan ke mas galih semakin erat. Kita sama-sama menangis.. Ingin mengucapkan terima kasih ke mas galih pun rasanya tertahan. Masih sangat sangat speechless..

Allah..selama ini hanya melihat ka’bah di sajadah, foto-foto, dan internet. Kini, ka’bah benar-benar ada di depan mata. Sangat dekat..
Tawaf dilakukan dengan air mata yang terus bercucuran dan tanganku dengan tangan mas galih yang saling menggenggam. Makasih ya mas.. Sayang mas krn Allah.. :’)

Allahu Akbar.. Melihat orang berbagai ras dan bahasa yang berbeda-beda berkumpul dan melakukan ibadah yang sama dengan ucapan do’a-do’a yang sama. Memang hanya Islam lah yang mampu menyatukan manusia berbagai ras menjadi satu. Di hadapan Allah tak ada perbedaan warna kulit, tak ada perbedaan si kaya dengan si miskin.. Benar-benar hanya amalan kebaikan yang membedakannya.

Menikmati tiap langkah tawaf dengan rasa syukur yang tiada terkira. Do’a-do’a terucap. Panas semakin terik namun sudah tidak dirasakan. Rasanya semakin panas justru semakin dingin..

Tawaf berakhir.. Sebelum menuju tempat sa’I, kita sholat sunnah dua roka’at di belakang maqom Ibrahim. Ternyata di saat sholat inilah air mata benar-benar mengalir deras. Sholat langsung melihat ka’bah.. Semakin merasa diri ini sangat kecil penuh dosa. Rasanya semuanya ter-flash back secara sempurna. Kesalahan-kesalahan di masa lalu seperti nyata hadir kembali. Derai air mata di sujud panjang tak mau berhenti.. Allah terasa semakin dekat. Ya Allah, semoga Kau berkenan mengampuni segala kesalahnku. Aamiin…

Rasanya tak kan pernah puas dan tak ingin beranjak dari tempat sujud. Namun rangkaian umroh masih harus dilanjutkan. Setelah seluruh jamaah rombongan kita telah menyelesaikan sholat sunnah, kita menuju tempat sa’I lantai 1 (sa’I ada yang di basement). Di mulai dari bukit shafa, kita berdo’a menghadap ka’bah. Sa’I kulalui dengan lebih tenang.. Air mata sudah terkuras di tawaf. Saat sa’I aku lebih membayangkan saat siti hajar berlari-lari di tengah gurun pasir yang jauh lebih panas dari kondisi sekarang. Sa’I yang kita lalui jauh lebih nyaman. Bagaimana tidak? Sa’I dilakukan di dalam masjid berlantai marmer.. Walaupun udaranya sekitar masjid panas, rasanya sekitar bukit shafa-marwa terasa lebih dingin. Menurut ustadznya, karena terdapat sumber air zam-zam. Hm.. Iya juga sih.. Masih inget kan ya kisah siti hajar dan nabi Ismail AS? di bawah kaki nabi Ismail lah muncul air zam-zam yang tak pernah kering hingga saat ini. Subhanallah….

Sa’I merupakan salah satu rangkaian ibadah umroh yang harus dilakukan. sa’I adalah berlari-lari kecil dari bukit shafa-marwa sebanyak 7x. Shafa-marwa dihitung sekali, marwa-shafa dihitung ke dua. Jadi yang dimaksud 7x bukan 7x bolak balik shafa-marwa.. Berlari-lari kecil tidak dilakukan full. Ada tanda lampu hijau yang menandakan mulai berlari-lari kecil dan lari-lari kecilpun berakhir di lampu hijau berikutnya. Sa’I berakhir di bukit marwa. Seselesainya sa’I, kita melakukan tahalul. Tahalul adalah memotong sebagian atau seluruh rambut. Untuk perempuan, jangan khawatir gundul. Cukup dikit aja kok diguntingnya. Yang penting ada rambut yang tergunting🙂

selesai tahalul, maka berakhirlah rangkaian ibadah umroh.
Alhamdulillah rangkaian ibadah umroh selesai sebelum dzuhur. Adzan dzuhur beberapa menit lagi akan berkumandang. Tempat sholat sudah penuh. Sudah tak ada waktu untuk mencari tempat sholat. Kita berwudhu di keran air zam-zam yang berada di marwa-shafa dan kitapun memutuskan untuk sholat di tempat sa’I juga.

Selesai sholat dzuhur kita kembali ke hotel untuk makan siang dan istirahat sejenak karena rencananya aku dan mas galih malam ini akan mabit (bermalam di masjid) di Masjidil Haram.

Makan siang di hotel semeja dengan jama’ah rombongan kita, salah satunya adalah tante Erni. Beliau ternyata juga dari depok. Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata anaknya tante Erni sekolah di pesantrennya Pak Taufik, guru SMP aku dan mas galih. Mas Galih juga pernah ngisi di pesantren tersebut. wah.. jadi rame deh ngobrolnya🙂

saat makan siang juga sempat ramai jadi omongan kalau saat tadi kita umroh ternyata suhunya sempat 52 derajat celcius. waaaaahh…….. ga terasa dan ga nyangka sepanas itu. Subhanallah..

kenyang.. capek.. balik ke kamar..

karena aku dan mas Galih tidak sekamar (tapi kamar kita berhadapan😉 ), kita janjian ketemu di depan kamar untuk ke masjid bareng jam 15.00. Ashar sekitar jam 15.44.. Puncak musim panas cukup mempengaruhi waktu sholat. siang terasa lebih panjang karena maghrib jam 19 lewat sedangkan shubuh hampir jam 4.30..

istirahat sejenak di kamar cukup menambah energi bagi kepala yang sudah terasa sedikit pusing. kalo dipikir-pikir, terakhir rebahan pas di rumah! aih..! oke.. harus istirahat biar ga ambruk🙂

Jam 15 kita ke berangkat ke masjid. begitu keluar hotel. zengggggg….. puanaaass…. tapi harus tetap semangat ke masjid!! pahalanya ga boleh terbuang sia-sia.

sesampainya di masjid kita berpisah. rencananya nanti kita akan bertemu lagi setelah isya. setelah Isya kita akan cari makan di luar. rencananya untuk malam nanti kita tidak makan di hotel. biar ga terlalu bolak balik.

ashar sampai Isya waktu yang cukup lama. diniatkan waktunya dilalui dengan full tilawah. sesekali jalan pindah tempat biar ga bosen🙂 hmm.. sebenarnya waktu yang lama itu bisa digunakan untuk tawaf. tapi aku tidak cukup berani untuk tawaf sendirian..

menjelang ashar ada perempuan muda yang ijin untuk duduk di dekatku. dia dari Indonesia. cukup banyak yang didiskusikan kita berdua sampai waktu ashar tiba. Setelah ashar, dia pamit undur diri karena mau stay di lantai dua. menurutnya di lantai dua lebih nyaman. dia sempat ngajak bareng tapi aku masih khawatir tersesat. maklum.. suka buta arah di indoor yang luas.. (di margo city yang kecil aja pernah bingung nyari eskalator turun -.-“). hari pertama benar-benar ga berani ke mana-mana… sendirian lagi nih..

setelah tilawah beberapa lembar mendadak penasaran ingin ke lantai dua. lama-lama di tempat duduk ku terasa semakin panas. ga dipungkiri, kepala terasa semakin pusing. maklum saja, aku duduk di shaf paling depan yang notabenenya sangat dekat dengan tengah masjid yang outdoor. akhirnya memberanikan untuk jalan ke lantai dua. menurut teman ngobrolku tadi, lantai dua ada bagian yang ber AC. untuk kali ini aku benar-benar menyerah dengan panas. jalan ke lantai dua.. begitu di lantai dua, bingung! mana yang ber AC ya? tengok kanan tengok kiri rasanya sama saja dengan lantai 1. lagi-lagi ga berani bergerak lebih jauh dari tangga. akhirnya aku memutuskan untuk duduk di shaf terdepan lantai dua. aku memilih duduk dekat dengan seorang ibu-ibu timur tengah berjubah hitam yang sedang bersama anak bayinya yang sedang tertidur..

tilawah kulanjutkan kembali. setelah beberapa lembar, ternyata panasnya hampir sama saat di lantai 1.. masker sudah berulang kali disemprotkan dengan air zam-zam dari botol yang sudah ku persiapkan sebelumnya. rasanya hampir menyerah dengan panasnya. hidung terasa kering. hmm.. dasarnya iseng, hidung yang kering dikorek dengan tissue. Allahu akbar! berdarah? haduh.. diusap perlahan ternyata darah masih ada sedikit. sempat agak panik karena sebenarnya udah terasa pusing ditambah lagi sadar kalau hidung ternyata berdarah. alhamdulillah ga mimisan banyak. hanya sedikit darah. langsung berpikir rasanya tidak memungkinkan untuk mabit dengan kondisi seperti ini. kalau dipikir-pikir juga dari berangkat belum cukup istirahat. saat siang tadi hanya 30 menit rebahan. akhirnya sms mas galih, ngasih tau kalo aku ga kuat mabit dan hidung ku berdarah. mas galih juga ternyata setuju untuk tidak mabit malam ini. oke. tapi sesuai kesepakatan awal, kita balik ke hotel setelah isya. Bismillah… harus kuat sampai Isya!!

Alhamdulillah tekad yang kuat mampu membuat badan terasa jauh lebih baik. masih kuat tilawah dan sesekali melihat berkeliling. hm.. banyak anak kecil yang lucu. termasuk bayi yang ada di bebelah kananku. ah.. ternyata bayinya terbangun. bayinya sekitar 9 bulan. awalnya aku tidak terlalu mempedulkannya. tapi.. lama-lama ga tahan juga nganggurin anak bayi yang lucu. heheee.. sesekali menyapa bayi itu dan.. dia ketawa! wah… ada mainan baru nih!😉 bayinya bener-bener gampang ketawa loh! cuma di cilukba aja dia ngakak (di dalam hati sambil bergumam, wih.. nih anak arab ngerti cilukba juga toh :p ) setelah beberapa lama bermain dengan bayi, ternyata si ibu yang ada di dekatnya adalah bibinya. beliau juga akhirnya ngasih tau nama keponakan bayinya itu. namanya khansa. beliau bahkan ngasih aku anggur. ternyata ada manfaatnya juga bisa bahasa arab sedikit-sedikit. ga bengong-bengong amat lah…. :p

tak terasa maghrib sebentar lagi. kini di sebelah kiriku ada jama’ah asal malaysia. aku tau dari tasnya yang bergambar bendera malaysia. begitu dia duduk, ga lama kemudian dia mengeluarkan botol spray air zam-zam dan………… menyemprotkan air zam-zam langsung ke mukanya. WOW.. aku benar-benar merasa takjub. waduh… kenapa ga kepikiran ya? pasti adem banget nyemprotin air zam-zam ke muka dari pada ke masker yang lama-lama bikin sesak ga nyaman. setelah itu aku mengikutinya. waaaaaaaahhhh segeerrrrr!!!!!

Alhamdulillah metode menyemprotkan air zam-zam ke muka mampu membuatku bertahan di masjid sampai Isya. Setelah sholat Isya disempatkan lanjut tilawah beberapa lembar, kemudian bertemu mas galih di tempat yang sudah kita tentukan sebelumnya (dekat tangga pintu king abdul aziz) untuk kembali ke hotel bersama-sama.

Sebelum kita kembali ke hotel, kita mampir ke sebuah toko kecil yang berada di dekat hotel. toko ini walaupun kecil, barang dagannya komplit! mulai dari odol, sabun, aneka susu, buah, sampai berbagai jenis aneka roti. kita mampir ke toko untuk membeli susu. susu yang kita beli mirip susu ‘frisian flag’ dengan kemasan 1 Liter. ummi waktu itu pernah mengingatkan untuk hati-hati saat membeli susu. walaupun secara arti ‘al-laban’ adalah susu, ternyata al-laban mayoritas yang dijual adalah susu asam, atau kita lebih familiar dengan istilah yoghurt.

sesampainya di hotel langsung menuju ruang makan. tapi… makanannya lagi diberesin. ternyata kita terlalu malam balik ke hotel. di ruang makan akhirnya pinjam gelas untuk minum susu (ga mau langsung ditenggak karena kemasan 1 Liter -.-“) dan mengais sisa lauk yang masih tersisa. heheheee..😀 Alhamdulillah petugasnya baik dan asli Indonesia. kita sempat ngobrol sebentar sebelum kita ke kamar.

Alhamdulillah hari pertama di tanah haram berjalan lancar. menjelang tidur minum vitamin C (beberapa hari kemudian baru sadar, tuh vitamin pantes ga ngefek apa-apa… sebelumnya abis minum susu…………. >.<) dan air zam-zam satu botol air mineral agar badan bisa fit esok hari. hidung berdarah ga boleh berlanjut di esok hari. Esok akan lebih menyenangkan🙂

Categories: My Umroh trip | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: