Milad 22 th – Umroh 2012 #part Masjidil Haram


# 4 Juli 2012 #

Telat! kita gagal ke masjid jam 3. Rencana awalnya kita berangkat ke masjid tepat jam 3. Ternyata kita sama-sama kebablasan tidur karena kecapean.. Jam 3 yang seharusnya udah rapih siap ke masjid ini malah baru bangun -.-“

Alhamdulillah jam setengah 4 bisa berangkat ke masjid. Masih bisa dapet qiyamullail karena shubuh sekitar jam 04.20 waktu setempat. Hmm.. padahal masih sekitar jam setengah 4 ya… Tapi begitu keluar dari hotel….. Cessss….. Udaranya hangat. Hmm.. Baru pertama kali merasakan udara sepertiga malam terakhir seperti udara dhuha-nya kota depok.

Hari ini kita punya beberapa rencana.

1. Qiyamullail-dhuha stay di masjid, Ashar-isya stay di masjid (ba’da maghrib tawaf).

2. Hunting makanan. Jam setengah 8 pagi (setelah sholat dhuha) hunting sarapan. Ba’da Isya hunting makan malam.

3. Memaksimalkan waktu dengan tilawah karena hari ini tidak ada agenda apapun dari pihak travel

Sesampainya di masjid kita langsung berpisah dan janjian bertemu lagi jam setengah 8 di dekat pintu King Abdul Aziz. Karena sudah agak telat, aku mendapatkan shaff di tengah dan itupun agak jauh ke kanan dari pintu King Abdul Aziz. Setelah aku mendapatkan tempat sholat yang pas, aku segera melaksanakan sholat qiyamullail. Sayang banget kalau harus terlewatkan qiyamullail pertama di Masjidil Haram..

Seperti biasa setelah sholat, aku sempatkan tilawah sambil menunggu adzan shubuh. Di sebelah kananku ada ibu-ibu arab dengan dua anak kecil. Anak kecil yang satu terlelap tidur (usianya sekitar 2 tahun), yang satunya lagi asyik bermain-main sendiri (usianya sekitar 5 tahun). Anak-anak memang selalu menggemaskan. Lagi-lagi aku ga tahan liat anak kecil :p anak itu kusapa dan kuberikan permen. Ternyata dia menerima permennya. Setelah itu si anak menghampiri ibunya dan si ibu membuka percakapan padaku..

ibu: indonesia?

aku: na’am

ibu: …fil makkah … yaum?

aku: hah? *agak bingung tapi nangkep kata yaum (hari)..*

ibu: *mengulang pertanyaan*

aku: oooo… ana fil makkah arba’ yaum (saya di makkah empat hari)

ibu: ….. makkah… madinah…

aku: *bingung lagi.. nangkep pertanyaannya sih ke makkah dulu atau madinah :p * ana ilal madinah arba’a (sambil tangan ke kanan menandakan rabu nanti)

Ibu itu ternyata mengerti apa yang kukatakan. dia pun mengatakan beberapa kalimat bahasa arab lagi tapi kali ini aku tidak mengerti. Alhamdulillah bukan kalimat tanya -.-” aku hanya bisa mengangguk-angguk dan tersenyum.. Percakapan berakhir tepat di saat adzan shubuh berkumandang.

Setelah sholat shubuh si ibu yang tadi ngobrol denganku ternyata ‘melingkar’ dengan teman-temannya (perkiraan aku semata…😀 )

Jam setengah 8 bertemu mas galih di pintu King Abdul Aziz. Saat keluar dari masjid, kita diskusi sedikit. Mau ke mana? Ke arah kanan? Ke arah kiri? Lurus ke grand zam-zam?. Kiri ke arah hotel, sudah dilalui. Lurus ke grand zam-zam, katanya itu mall dan hotel-hotel bintang 5, sedangkan kita mau cari suasana yang berbeda. Akhirnya kita putuskan untuk jalan ke arah kanan.  Sebelum melangkah lebih jauh, mas galih ternyata mau ke toilet dulu. okeee… nunggu sendirian di pelataran masjid sambil foto-foto.

masjidil haram - pagi

pelataran masjidil haram dan jam grand zam-zam

Lagi asyik dengan kamera ternyata ada dua perempuan arab yang memperhatikanku dan menegurku.

Malaysia? | laysa (bukan).. ana min Indonesia.. (saya dari Indonesia) *mengangguk dan tersenyum* | hmm…. photo *mereka senyum* | na’am! *ngerasa excited karena belum apa-apa dia minta difoto. begitu mengarahkan kamera ke mereka..* | laa.. anti (kamu, perempuan) photo | * ya Allah.. ternyata dia yang mau motoin aku. malu deh…………* laa.. jazakillah.. (tidak, terima kasih)

Setelah mas galih dari toilet, sebelum melangkah lebih jauh lagi, kita foto-foto dulu di depan masjidil haram. Sempat agak lama karena aku selalu gak pas waktu ambil fotonya mas galih -.-” (amatiran). Alhamdulillah.. akhirnya berhasil juga fotonya……………………………🙂

Picture3

di depan masjidil haram

Lanjut.. cari makanan untuk sarapan. Sebenarnya agak bingung mau makan apa. Cari kebab sesuai ekspektasi kita gak ketemu. Tetapi kita cukup excited dengan berbagai macam jenis ‘kebab’ dan makanan yang ada. akhirnya kita membeli berbagai macam kebab dan dua cup juice di salah satu lorong yang agak terpencil. Senangnya.. bisa menemukan juice kiwi di lorong itu😀 Di toko juice yang dekat hotel ga ada juice kiwi.

Setelah membeli tiga jenis kebab dan dua cup juice kita kembali ke hotel. Tapi.. wow.. langkah kita terhenti untuk foto-foto bersama burung dara yang banyak di dekat Masjidil Haram.

Picture4

berpose bersama burung dara

Sesampainya di hotel, kita langsung menuju ruang makan. Penasaran dengan aneka kebab hasil hunting tadi ;D kita ambil piring, susun kebabnya.. Siap disantap! di ruang makan masih ada beberapa orang dari rombongan kita. Berbagai komentar mereka lontarkan ke kita karena kita hunting sarapan berdua. Bahkan sampai ada yang kasih saran, kita harus coba nasi kebuli di restaurant-nya grand zam-zam. Menurutnya enak dan harganya termasuk murah untuk porsi besar dan rasa seenak itu. Tapi setelah tau harganya, kita harus mikir untuk makan di sana.. heheheee….

hasil hunting sarapan

hasil hunting sarapan

Gimana rasa kebabnya? buatku rasanya terlalu arab. Jadi bikin mual.. Kebab yang rasanya enak menurutku cuma kebab yang sebelah kiri. Kebab yang lainnya agak asam. Yes! mas Galih habiskan yaaa… :p

Selesai sarapan kembali ke kamar. Rutinitas hari ini tidak akan jauh berbeda dengan kemarin. Dzuhur ke masjid, kemudian kembali ke hotel untuk makan siang dan istirahat, ashar kembali lagi ke masjid untuk stay sampai setelah isya.

Saat menjelang ashar menuju masjid, kita sempat merasakan angin panas yang lumayan besar. Alhamdulillah waktu itu sedang memakai masker jadi tidak sempat ‘ketampar’ pasir-pasir. tapi sempat merasakan uap panas dari angin tersebut. ga kebayang yang badai pasir beneran kayak apa…. -.-“

Kali ini berangkat ke masjid menjelang ashar benar-benar terlambat. Dapat shaff di tengah dan lebih jauh ke kanan dibandingkan saat qiyamullail. Demi mendapatkan shaff di tengah akhirnya nyempil karena cuma sendirian.. hehehee.. kali ini sekitarku orang indonesia. sebelah kiri ada ibu-ibu asal indonesia yang curhat tentang kekecewaannya terhadap biro travelnya ke jamaah lain asal Indonesia, tetapi beda biro tavel. Beliau curhat sampai nangis. Masya Allah… ujian kesabaran bu………. Nah kalo sebelah kananku ada nenek asal indonesia. dia bersama 3 temannya (nenek-nenek semua..). seperti hari sebelumnya, cuaca bisa dibilang masih tetap tidak bersahabat. panas. beberapa kali aku menyemprotkan air zam-zam ke muka. Ternyata nenek yang di sebelahku memperhatikan.. akhirnya aku tawarkan semprotannya. “enak nek.. mau nyoba?” ternyata si nenek mau mencoba semprotan air zam-zam. Setelah dia menyemprotkan air zam-zam, beliau senang. Akhirnya malah jadi ngobrol-ngobrol. wah.. ternyata keponakan beliau ada yang tinggal di depok. Ga tau kenapa malah jadi seru gitu ngobrolnya. hahaa.. Selepas sholat ashar nenek pamit dan mengembalikan semprotan air zam-zam sambil ngucapin do’a yang banyak buatku. Masya Allah nek… aamiin…….. (do’a nya sensor ah.. :p)

Setelah nenek dan teman-temannya pergi, aku pindah duduk ke belakang mencari posisi yang nyaman untuk tilawah. wah! ada 1 tiang nih yang bisa buat senderan..😀

Kali ini teman dudukku terasa sedikit berbeda. Sebelah kananku ada seorang ibu asal India. beliau memakai sari (ga tau kenapa tiba-tiba keingetan sama dinar dan parti.. hahaaa.. pokoknya yang ada hubungannya sama india pasti inget mereka berdua!). Pakaian beliau agak lusuh dan entah mengapa aku merasa kasihan dengan beliau. Secara spontan aku kasih gelas yang berisi air zam-zam. Tanpa saling bicara, kita hanya saling mengangguk. Setelah itu aku langsung tilawah.

Tidak lama kemudian, beliau mencolekku. Waduh…. kalau sampai diajak ngobrol wasssalam nih. Ga ngerti sama sekali bahasa india..

Dugaanku benar. Beliau bicara dengan bahasa india. wuaaaaaaa…… ndak ngerti!! dia ngomong sekitar 1 menit tapi seperti memaksa aku untuk memahaminya. Ya Allah… bener deh ga bohong…. ga ngerti saya bu….. Akhirnya dia mencari cara lain agar aku mengerti. Dia mengeluarkan uang 1 $ sambil mengatakan “Riyal?” . Masya Allah.. Ternyata ibu nanya 1 $ berapa riyal…… dan……… aku ttp ga tau jawabannya… bener-bener lupa 1 $ berapa riyal (padahal di kamar hotel mba winny sempet bilang 1 $ sekian riyal -.-” ) Akhirnya cuma bisa jawab dengan geleng-geleng kepala dan kode tangan tidak tahu. Beliau ga bisa bahasa inggris… Bahasa tubuh deh yang dipake.. dia paham kalau aku tidak mengerti dan tidak tahu. Dia pun berhenti bicara dan membiarkan aku untuk melanjutkan tilawahku. Beberapa menit kemudian, ada yang keliling memberikan air zam-zam, kurma, dan mamoul (kue isi kurma). Di masjidil haram memang suka ada yang keliling bagiin makanan kecil dan air zam-zam. Apalagi saat ramadhan dan haji. Alhamdulillah.. yeay! aku kebagian kurma..😀 *lumayan buat ganjel perut sampai isya* dan setelah itu, temannya ibu asal india datang membawa 2 gelas air zam-zam. Sama beliau aku dikasih 1 gelas. karena beliau tidak mengerti bahasa inggris, kuputuskan untuk bicara bahasa indonesia saja.. “terima kasih” sambil mengangguk🙂 setelah teman beliau datang, beliau dan temannya pergi.

Semakin mendekati maghrib, masjid semakin penuh.

Kali ini agak ricuh. akhirnya merasakan apa yang ummi rasakan saat ummi haji. shaffku sebenarnya sudah penuh. Tapi apa yang terjadi, ada orang arab yang bener-bener maksa duduk di sebelah kananku. Dengan tegas kujawab “laa!” Ternyata dia masih tetap memaksa duduk di sebelah kananku. Aku semakin tegas menjawab “laa yakfia! (tidak cukup)” Entahlah pronounce-nya benar atau tidak -.-” Masalahnya badannya besar.. Beneran ga muat…… Mungkin kalau orangnya kecil masih bisa diusahain. Alhamdulillah cukup dengan dua kata dia mengerti. Akhirnya dia pergi tapi tetap dengan menggumam. Satu orang pergi, datang lagi satu orang memaksa duduk di sebelah kananku. Dilihat dari tasnya, sepertinya beliau orang turki. ibu yang sudah cukup berumur. Badannya mungil. Setelah bicara dengan orang yang berada di sebelah kanan ku (orang indonesia), mereka masih bisa bergeser sedikit dan ibu asal turki tersebut bisa duduk di sebelah kananku.

setelah duduk dengan nyaman, ibu asal turki mengeluarkan handphone-nya. dia menunjuk-nunjuk handphone-nya sambil menyebutkan salah satu nama ke aku. dia juga bicara (sepertinya bahasa turki..ga ngerti..) sambil menunjuk matanya. oke. aku ambil kesimpulan bahwa dia ingin menelpon seseorang tetapi ia dia ga bisa melihat handphone dengan jelas. akhirnya kubantu beliau untuk menelpon orang yang beliau sebut namanya. Alhamdulillah handphone-nya dalam bahasa inggris dan isi phone book-nya cuma sedikit. senang melihatnya bisa menghubungi kerabatnya🙂

Shaff sudah benar-benar padat. tak ada celah sedikitpun (hayo mulai dibiasakan merapatkan shaff saat sholat berjama’ah…^^). Sholat maghrib Alhamdulillah tetap terasa sangat khusyuk.

Selepas sholat maghrib bertemu mas Galih. Kita tawaf berdua. Allahu Akbar… lagi-lagi merasakan diri ini sangat kecil.. diri ini banyak salah.. sesekali air mata memang menetes. tapi secara keseluruhan aku lebih menikmati perjalanan tawaf kali ini. melihat sekeliling. Orang-orang dengan berbagai usia dan suku bangsa berkumpul karena Allah dan menjadi satu bahasa do’a dalam satu gerakan di satu tempat. Subhanallah, Allahu Akbar.. Cuma Islam loh yang bisa menyatukan semuanya…!! Aku bangga menjadi seorang muslim🙂 *salah satu saudara yang katolik pun pernah mengutarakan kehebatan Islam dan dia ingin merasakan haji. semoga segera mendapat hidayah ya.. :’) *

selesai tawaf sholat sunnah di belakang maqom Ibrahim. karena penuh banyak yang sudah siap-siap sholat Isya dan sholat sunnah setelah tawaf, shaff diatur oleh askar (petugas keamanan dan ketertiban masjid). posisiku dan mas galih tidak jauh. beda dua shaff. selesai sholat mas galih stay di tempat sholat sunnahnya karena mumpung dapet shaff dekat dengan ka’bah, sedangkan aku harus pergi. diusir sama askar, “Haram haram!”. hmm.. ya memang tempat sholat laki-laki sih.. akhirnya aku digiring sama askar menuju tempat sholat perempuan. shaff untuk perempuan yang ada di dekat ka’bah sudah penuh. aku digiring ke dalam masjid. sampai di tangga, liat ada celah kosong satu di shaff terdepan. pemandangan sholatnya luar biasa kalau dapet tuh tempat. langsung lari dan hop! langsung duduk manis.. heheheee… kenapa pemandangannya luar biasa? karena benar-benar melihat ka’bah tanpa halangan apapun. Alhamdulillah.. pertama kalinya sholat wajib liat ka’bah secara langsung :’)

Pemandangan Sholat maghrib

Pemandangan Sholat maghrib (foto diambil setelah sholat)

speachless dengan pemandangan sholat berlanjut menjadi speachless karena bingung cari jalan keluar masjid……….

di bawah terlalu penuh dan arus orang menuju dalam masjid. aku harus mengikuti arus ke dalam karena posisi aku benar-benar menjadi alur keluar masuknya orang-orang. sebenarnya aku bisa lebih mudah mencari jalan keluar kalau lewat bawah. patokan aku jam grand zam-zam. kalau lewat dalam… wallahu’alam..

nekat. Bismillah! tengok kanan-tengok kiri.. memutuskan untuk ambil arah kanan. jalan… mentok! waduh! ada tangga menuju bawah. lagi-lagi nekat. ikutin tangga turun. ternyata tembus ke tempat sa’i. inilah sa’i lantai bawah. adem! ber AC!! waaa.. akhirnya menemukan tempat dingin di masjid. berusaha menikmati ‘jalan-jalan’ di dalam masjid, tetapi hati ga bisa bohong. bener-bener bingung ini arahnya ke mana……… -.-” oke sip! aku menyerah. begitu ada tangga ke luar, langsung ke luar. ternyata beneran bingung. eaaaa… alternatif terakhir. segera temukan ka’bah! kalau ini tidak terlalu sulit. ikutin petunjuk arah tawaf. begitu melihat ka’bah, fiuh! asli lega! Alhamdulillah.. akhirnya langsung ke bawah dan tengok kanan-kiri mencari jam grand zam-zam. alhamdulillah ternyata udah dekat🙂 yeeeaaay! ketemu deh dengan pintu keluar dan tentunya mas galih!

selesai beribadah, kali ini kita hunting makanan untuk makan malam. sempat agak bingung mau makan apa tetapi pada akhirnya memutuskan untuk makan KFC :O porsinya lumayan banyak dan saladnya sangat tidak recomended…. sebuah kesalahan besar membeli makanan itu..

o iya, ada yang ‘unik’ di kfc. antrian dibedakan antara laki-laki dan perempuan. kfc hanya berupa stand penjualan tanpa ada bangku dan kursi untuk makan di tempat. 

selesai beli makanan dan keliling di dalam pertokoan, kita kembali ke hotel. Makan di ruang makan bersama jamaah yang lain dan kita saling tukar cerita.  Selesai makan aku langsung ke kamar karena banyak yang merokok di ruang makan -.-”  . Harus cepat istirahat dan fit karena besok city tour keliling kota Makkah dan sekitarnya plus Umroh untuk kedua kalinya.

 

Categories: My Umroh trip | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: