Milad 22 th – Umroh 2012 #part City Tour Makkah


# 5 Juli 2012 #

H-1 milad
H-1 menuju madinah
Umroh kedua.. (Sangat berharap bukan umroh yg terakhir :”) )

Cukup excited menyambut 5 juli 2012. Hari ini berwarna loh..🙂
bismillah..

Sama seperti hari-hari sebelumnya, hari ini dimulai dengan qiyamullail, shubuh, dan tilawah di Masjidil Haram. Bedanya, hari ini tidak stay di masjid sampai dhuha karena pagi-pagi akan city tour keliling kota makkah dan sekitarnya.

Setelah sarapan (dan mandi tentunya..), kita berangkat city tour. Rombongan kami terbagi menjadi dua bis. Setiap bis didampingi oleh seorang ustadz yang akan berperan sebagai tour guide.

Destinasi pertama kita adalah melihat Gua Hira (dari kejauhan) yang terletak di atas Jabal Nur. Tempat pertama kalinya Rosululloh saw menerima wahyu. Gua Hira pun menjadi tempat andalannya beliau saat quality time dengan Allah, terutama di bulan Ramadhan. Pertama melihat Gua (dari kejauhan), subhanallah… Jauh buanget yee.. nanjak pula (ketinggian jabal nur sekitar 200 meter).. Langsung bayangin Rosululloh jalan kaki dari rumahnya ke Gua Hira sejauh sekitar 5 km ke arah utara. Luar biasa……….

Gua Hira dari kejauhan (bener-bener jauh kan?? -.-" )

Gua Hira dari kejauhan. Gua berada di puncak bukit (bener-bener jauh kan?? -.-” )

Keliatan kan ya tempatnya cuma begitu aja. Kita memang hanya ditunjukkan bahwa “itu loh Gua Hira..” oke sip! mampir di tempat itu hanya sekitar 5 menit. berikutnya ke Padang Arofah di Mina dan sekitarnya. berada di Padang Arofah rasanya merinding. ini baru miniatur padang mahsyar loh…. pas ke sana sih kosong seperti kota mati (kecuali jabal rahmah karena menjadi tujuan ‘wisata’), tapi kalo haji benar-benar penuh karena seluruh jamaah haji wajib ke Padang Arofah, menjadi salah satu rukun haji yaitu mabit di mina.

arafah haji-non

Tidak ada perintah khusus dari Rosululloh untuk mendaki jabal rahmah dan beribadah khusus di jabal rahmah.  bid’ah! Mendaki Jabal Arafah (Jabal Rahmah) bukan perkara yang disyariatkan. Jika seseorang menganggapnya ibadah, maka dia termasuk bid’ah. Apalagi berdo’a dan nulis nama calon jodoh biar kesampean..Zzzzzzz…. ga banget woy….. sempat jadi bahan lawakan di bis, “siapa yang mau ngapus nama mantan dan mau nambah istri??” :O

Picture2

Sebenarnya di Jabal Rahmah hanya dikasih waktu sebentar. Target kita, dzuhur tetap bisa sholat di Masjidil Haram. aku dan mas galih memutuskan untuk tetap naik Jabal Rahmah karena di sinilah kita yang cukup lama berhenti dibandingkan tempat lainnya. kita sekalian ingin merasakan naik bukitnya Arab. Jalur yang kita tempuh ga ada tangga. Benar-benar manjat! dan aku…… salah pake sendal dan bawa-bawa tas. udah di ledekin sama mas, “mau ke mall de?” huaa.. mana tau kalo jalurnya kayak gini dan sendalnya pun sandal baru beli kemarin karena sepatu plastik aku meleleh kepanasan.. naik.. naik… naik.. hup! sampai!🙂 nyari spot foto di tengah perjalanan cukup sulit karena terik parah (dan lagi-lagi ditambah dasarnya aku amatiran :p). akhirnya dapat spot yang lumayan baik di atas tapi terhalang orang-orang yang hilir-mudik. akhirnya, model dan fotografer harus saling sigap. Begitu ga ada orang, klik!😉

DSC_0082

hasil foto paling okeh setelah beberapa kali klik! -.-“

kalo ini, hasil klik ngumpet-ngumpet sama tukang unta. seru! *efek ga mau mengeluarkan uang buat foto* lagi-lagi kesigapan dan kekompakan model dan fotografer diuji. hahahaaaa…

DSC_0088

naik turun jabal rahmah dan foto-foto di tengah terik ternyata cukup melelahkan. perjalanan pun dilanjutkan keliling arafah, jamarat (tempat melempar jumrah), dan terakhir adalah ke Gua Tsur. semua destinasi itu, kita tidak turun dari bis kecuali di gua tsur. mampir di situpun cuma sebentar, sekitar 5 menit karena kita ‘mengejar’ waktu dzuhur. Gua Tsur menjadi salah satu saksi sejarah yang penting karena inilah titik awalnya hijrah.

Gua Tsur berada di atas bukit sebelah kiri

Gua Tsur berada di atas bukit sebelah kiri

ga kebayang ya beberapa ratus tahun yaang lalu Abdullah bin Abu bakar dan Asma binti Abu Bakar bolak-balik ke Gua tersebut demi melancarkan misi meloloskan Rosululloh dan Abu Bakar As-Sidiq menuju Madinah. Rosulullah dan Abu bakar sempat mengumpat di Gua selama tiga hari. Abdullah berperan sebagai intelejen yang memberi kabar terhangat seputar kota makkah sedangkan Asma berperan sebagai pemasok bahan kebutuhan Rosulullah dan Abu Bakar selama di Gua Tsur. Asma dengan sangat tangguh dan berani menuju Gua tersebut dalam kondisi hamil besar. Allahu Akbar…..

City tour berakhir. saatnya kembali ke hotel. Di perjalanan menuju hotel, kita melewati Masjid Syajarotun dan Masjid Jin. Syajarotun dalam bahasa Indonesia adalah pohon. apa hubungannya masjid ‘pohon’ dengan masjid jin??  *to be continued*

selain dua masjid itu, kita melewati perpustakaan-nya Masjidil Haram yang diyakini sebagai rumahnya Rosululloh. perpustakaan ini sebenarnya akan sering dilalui jika kita memasuki masjidil haram dari pintu ‘Babus Salam’ (bertolak belakang dengan jam grand zam-zam. dari pintu yang biasa kita lalui bedanya dari ujung ke ujung ibarat utara selatan. halah! ).

huaaaa…. Alhamdulillah.. perjalanan usai. sampai hotel langsung siap-siap ke masjid untuk sholat dzuhur. jangan sampai melewatkan sholat wajib di masjid selagi ada kesempatan🙂

ba’da dzuhur dan tilawah langsung kembali ke hotel untuk makan siang dan istirahat karena selepas ashar akan ke Hudaibiyah dan mengambil miqot di sana untuk umroh ba’da maghrib.

sama seperti saat city tour, rombongan dibagi menjadi dua bis dan masing-masing bis didampingi seorang ustadz. bis yang aku dan mas galih naiki kali ini berganti ustadz. Selama di perjalanan menuju Hudaibiyah, ustadz menceritakan apapun yang kita lewati. Termasuk Masjid ‘pohon’ dan Masjid Jin. Aneh dan lucu…… cerita yang kita dapat tentang masjid ‘pohon’ dan masjid jin berbeda banget dengan cerita sebelumnya saat perjalanan pulang city tour. haha! ampun deh…. ketawa dan ngomong ke mas galih “Mas, ceritanya beda banget sama yang tadi….” dan feeling ku ustadz-nya dengar aku ngomong ke mas galih *secara.. duduk paling depan* ustadz sempat menghentikan sejenak berbicara dan melanjutkan kembali bercerita. maaf ustadz…… aku spontan kagetnya…. haha!

hudaibiyah benar-benar padang pasir! akhirnya melihat padang pasir sesungguhnya. begitu turun dari bis, wuss… panas.. debu beterbangan.. eh, ini unta  unyuk banget. haha! seolah-olah mereka tersenyum menyambut kedatangan kita *lebay* excited melihat unta di padang pasir! padahal liat unta di ragunan dan taman safari biasa aja… excited dan norak memang beda tipis ya😀

IMG-20120705-00078

berpose dengan unta

ke peternakan unta belum lengkap rasanya kalau belum mencoba susu unta. tetapi kita tidak bisa langsung mengkonsumsi susu unta di tempat tersebut karena kita akan melaksanakan umroh. terus kenapa??? untuk menghindari efek sampingnya🙂 setelah meminum susu unta biasanya perut akan bereaksi dengan hebat. susu ini direkomendasi untuk yang sulit buang air. heheheee… karena ga memungkinkan untuk langsung mengonsumsi di tempat, kita beli 1 botol untuk sekedar mencicipi.

muka sudah penuh dengan pasir dan tak terhitung berapa butir pasir yang sempat tertelan *berlebihan* ustadz juga sudah memanggil-manggil agar kita segera naik ke bis. kita akan menuju masjid hudaibiyah untuk miqot (niat) umroh.

di masjid hudaibiyah rasa airnya agak asin loh! dan keluarnya sedikit. di belakang masjid ini masih tersisa bata sisa tempat pertemuan perjanjian hudaibiyah. perjanjian hudaibiyah adalah perjanjian umat muslim dengan kaum Quraisy. perjanjian ini menjadi titik penting dalam futhu makkah (kemenangan kota Makkah) karena untuk pertama kalinya rosulullah dan kaum muslim yang berasal dari madinah menunaikan umroh.

Masjid Hudaibiyah

Masjid Hudaibiyah

IMG-20120705-00090

reruntuhan tempatnya Perjanjian Hudaibiyah

Niat sudah terucap, menata hati kembali tuk melakukan Umroh kedua kalinya. ustadz kali ini mantap! selama perjalanan kembali ke makkah melakukan muhasabah. Ya Allah.. banjir air mata……….. inget ummi abi adek..

sampai di hotel, adzan maghrib sudah berlalu. Kita semua satu rombongan travel ‘masbuk’ (terlambat sholat berjama’ah) dan sholat di pelataran masjid *bahkan ad yg sholat di jalan* . Lari-lari dari hotel ke masjid demi meminimalisir ke-masbuk-an sholat, masih sempet-sempetnya exited melihat lingkungan sekitar. Adzan berkumandang dan semuanya benar-benar menghentikan aktivitasnya! Yg berkendara pun merapat ke pinggir jalan dan segera berlari menuju masjid. Hm.. Baru kali ini melihat efek komando adzan benar-benar dipatuhi. Benar-benar baru melihat situasi seperti ini karena sebelum-sebelumnya saat adzan berkumandang selalu sudah di dalam masjid. Tidak tahu apa yang terjadi di luar masjid. Tau kalo semua akan memberhentikan aktivitas saat adzan berkumandang dari cerita ummi abi dan orang-orng yang sudah pernah terlebih dahulu ke masjidil haram. Wew! Lihat! Mereka benar-benar hanya menutup dagangannya dengan terpal, ada yang benar-benar meninggalkan dagangan tanpa ditutupi apapun, kendaraan-kendaraan merapat ke tepi jalan (tentu kondisi dan situasi ini ga ada dokumentasinya ya.. Ga kepikiran :p ). Aku dan mba evi (teman sekamar) sholat di pelataran dan terpisah dengan mas galih dkk.. ternyata mas galih di pelataran lantai 2. dan sempat memotret keramaian di luar masjidil haram selepas maghrib.

suasana ba'da maghrib

suasana ba’da maghrib

aku dan mba evi selepas sholat maghrib dan sholat sunnah ba’da maghrib (Alhamdulillah masih sempat sholat sunnah dalam keadaan mba evi kedorong-dorong) langsung menuju hotel. kita tidak naik lagi ke kamar tetapi menunggu jamaah lain di lobby. setelah semua berkumpul, kita sama-sama berangkat menuju masjid. ustadz mewanti-wanti untuk saling menjaga rombongan kita karena suasananya sangat ramai. ternyata sampai masjid sudah mendekati waktu isya. rombongan membuat semi border untuk menjaga yang perempuan dari desak-desakan. sandal dikumpulkan seingatnya. aku, mba evi, mas galih, mas eka dan beberapa orang mengumpukan sandal kita menjadi dua plastik dan diletakkan di celah-celah dinding. di tengah keriuhan menaruh sandal, ada ibu yang nitip dompet ke aku karena beliau ga ada kantong sedangkan tasku masih muat. *dan ternyata kisah penitipan dompet ini menjadi dramatis di keesokan harinya..*

lantai satu bener-bener penuh. ustadz memutuskan agar kita sholat isya di lantai bawah. ternyata lebih lapang dan dingin *jadi inget waktu nyasar..haha!* selepas sholat isya, koordinasi diperkuat. yang laki-laki harus buat border dan yang perempuan di dalam border. yang berumur, mendekat ke ustadz atau mukhrimnya. ustadznya sempat bilang, “kita harus kompak!” wiiihhh… kayak mau aksi nih! serbuuuu….

eh… sempet-semptenya ada yang nyadar kalo aku bajunya beda sendiri. yang lain pada pake putih ini malah pake warna biru tua! peace! baju putihnya limit………

Alhamdulillah tawaf di umrah kali ini benar terlihat lebih kompak. aku di belakang dekat mas galih. karena bordernya ga sekuat saat aksi, terkadang terlepas dari rombongan. tapi karena di belakang mayoritas masih pada muda, cepet nyambung lagi. tau apa yang bikin border putus?? sering diterabas lewat sama badan yang lebih gede…..

Alhamdulillah tawaf selesai. sholat sunnah setelah tawaf masih aja banjir air mata. entahlah.. di tempat sujud yang ini benar-benar mampu meluluhkan hati. rasanya semua benar-benar ditumpahkan. mengevaluasi diri seutuhnya di malam terakhir usia 21 tahun.

semua sudah selesai berdo’a, kita kembali berkumpul. berunding. ustadz menawarkan kepada kita mau sa’i di lantai bawah atau di tempat yang waktu umroh pertama, di lantai satu. aku langsung ‘teriak’ “bawah aja ustadz, adem!“. akhirnya kita sepakat untuk sa’i di lantai bawah. selain lebih dingin, ternyata jauh lebih sepi. Alhamdulillah sa’i kita hanya berhenti istirahat sekali. Alhamdulillah.. hebat pada kuat!😀

rangkaian umroh selesai. Alhamdulillah tidak merasa lelah yang berarti. niatnya aku dan mas galih mau mabit karena malam ini adalah malam terakhir kita di Makkah. tapi kenyataannya badan ga bisa bohong. ternyata capek. akhirnya kita sepakat untuk istirahat dulu tapi jam dua pagi udah berangkat ke masjid…

pulang dari masjid, sempat menatap bulan purnama sambil berucap dalam hati..

Ya Allah.. terima kasih atas limpahan kasih sayang-Mu. Bismillah! siap menyambut usia 22 tahun… :”)

Categories: My Umroh trip | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: