Tips Menulis Buku Best Seller ala Asma Nadia dan Boim Lebon


Siapa yang ga kenal Asma Nadia dan Boim Lebon??

keduanya sama-sama memiliki karya berupa buku best seller. Karya Asma Nadia yang best seller banyak bertemakan ibu ataupun rumah tangga sedangkan Boim Lebon sangat terkenal dengan karyanya yang sangat fenomenal, LUPUS!

Nah.. kenal dengan mereka berdua kan yaaa…..🙂

Sabtu 9 Maret 2013 dalam rangkaian acara Islamic Book Fair (IBF) Indonesia, mereka berdua sharing tentang bagaimana menjadi penulis best seller. penyampaiannya menurutku menarik! komunikasi dua arah terjalin dengan sangat baik. semakin lama acara ini berjalan, semakin banyak pula pengunjung IBF yang melihatnya.

Asma Nadia dan karyanya

Asma Nadia dan karyanya

Berikut ini saya rangkum penyampaian Asma Nadia dan Boim Lebon tentang TIPS MENULIS BUKU BEST SELLER:

>> Inspirasi bahan tulisan bisa berasal dari apapun!

seharusnya tidak ada alasan untuk tidak menulis karena ga punya ide. cobalah untuk mengingat apa yang telah terjadi, mengikuti perkembangan berita tanah air maupun internasional, melihat apa yang terjadi di sekitar, sensitif dengan apa yang ada di sekitarmu, dan lain-lain. Misalkan di suatu tempat kamu melihat ada sepasang remaja pacaran yang sedang bertengkar. coba dengarkan isi percakapan mereka dan ingat baik-baik isi percakapan pertengkaran mereka. isi percakapan tersebut bisa menjadi bahan isi ceritamu karena percakapannya nyata tanpa dibuat sangat dramatis.

>> Pemilihan Judul

Memilih judul tidak bisa asal-asalan. Judul akan menjadi daya tarik pertama bagi pembaca. Contoh, asma nadia pernah disuruh mengganti judul naskah saat mengajukannya ke penerbit. Judul naskahnya “Jangan Jadi Muslimah Nyebelin” . Menurut pihak penerbit, judulnya ga menjual. Masyarakat lebih suka dengan judul yg ‘positif’ seperti, “Muslimah Sholihah Dambaan Umat”. Usulan penggantian judul tersebut tidak diterima oleh asma nadia. Menurutnya, justru saya mau yang berbeda! Dan ternyata… Buku itu menjadi salah satu buku best seller milik asma nadia. Jadi, buat orang-orang menoleh ke karya kita saat berada di berbagai pilihan karya-karya yang lain🙂

>> Opening dan Ending

Selain judul, opening dan ending merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah karya tulis. Biasanya, juri lomba penulisan ataupun pihak penerbit akan melihat 3 hal terlebih dahulu. JUDUL, OPENING, dan ENDING!. Cateeeeet..😉
Untuk opening, bukalah cerita dengan sesuatu yang berbeda. Hindari kalimat “pada suatu hari..”, “Di suatu senja yang…” . Kalimat-kalimat tersebut sangat biasa! Coba dengan kalimat yang tidak biasa. Misal, kalimat percakapan, menuliskan tentang kematian.. Bisa dicoba🙂
Nah.. Hampir sama nih dengan opening, untuk closing cobalah buat yang berbeda. Jangan karena orang suka akhir yang mengharu biru lantas semua tokoh dimatikan, bisa saja tokoh di buat berpisah dengan ‘arti’.. Pastikan juga ya kalau ending benar-benar sebagai bagian dari alur cerita. Jika ingin mengakhirkan cerita dengan kalimat,”ternyata semua ini hanyalah mimpi..” Pastikan dalam cerita terdapat keanehan-keanehan yang tidak ada di kehidpan nyata untuk memberikan ‘kode’ kepada membaca.

>> Deskripsi

Hindari deskripsi berlebihan dan membosankan.

>> Jika bingung melanjutkan cerita, tambahkan satu kata atau kalimat..

Misal, “Ani termenung…” Bingung kelanjutannya apa, coba tambahkan kata “duk!” Nah.. Kelajutannya dipikirkan lagi deh🙂 dengan kata atau kalimat tertentu, kita bisa loncat cerita tanpa membuat pembaca merasa kehilangan alur. Contoh penambahan kalimat, “tiga bulan kemudian..”

>> Disiplin

Apapun profesi dan kerjaan yang kita geluti, disiplin mutlak! Disiplin membuatmu makin produktif berkarya. Buatlah reward (penghargaan) saat kamu berhasil disiplin dan buatlah punishment (hukuman) saat kamu melanggar target penulisan. misal, kalo kamu masih terbiasa minta uang jajan sama orangtua cobalah buat hukuman disaat seminggu ini saya tidak menulis sebanyak 10 lembar, maka saya bersedia tidak menerima uang jajan dari orang tua. Atau contoh lainnya kalo kamu seorang istri, buatlah hukuman untuk bersedia uang belanja dikurangi 30%.. Yang suka jalan-jalan ke mal, bisa membuat hukuman dengan bersedia tidak pergi ke mal sebelum buku jadi! Nah.. Mantap kan?😉
Tentukanlah dan taati reward dan punishment-mu!

>> Motivasi untuk tetap menulis

Saat bicara motivasi, tentu akan ada kaitannya dgn how (bagaimana). Sekarang kamu bisa memotivasi diri kamu untuk menulis dengan cara menjawab pertanyaan.. MENGAPA KAMU MENULIS??? Asma nadia menulis karena kelak di saat anak-anaknya menikah dan menghadapi masalah dalam pernikahannya tetapi beliau tidak ada di sisi mereka, anak-anak bisa membaca buku karya bundanya…. Kalo buatku pribadi, aku menulis karena aku ingin memiliki amal jariah. Buatku, buku bisa menjadi salah satu amal jariah jika yang ditulis mampu bermanfaat bagi orang banyak.. Bukan begitu?? Hayoo… kalau kamu, apa yang membuatmu tetap menulis??😉

>> Bergabung dengan komunitas penulis baik online maupun offline

Kalau mau jadi penulis, ya bergabunglah dengan penulis! Dekatlah dengan buku! Bergabung dengan komunitas membuatmu semangat menulis tetap terjaga, bisa saling share..

>> Saat mengajukan ke penerbit

kita sudah menyadari bahwa kita akan menghadapi dua pilihan. DITERIMA atau DITOLAK. 50:50. Jelas! Diterimanya karya kita di penerbit, jgn membuat kita berhenti berkarya dan berpuas diri. Siapa yg menjamin 5 tahun kedepan orang-orang masih mau membaca karya kita. Nah kalo ditolak? Jgn dibuang naskahnya dan merasa seolah-olah saya tidak punya harapan. Hubungi editor, tanyalah apa kekurangannya. Edit.. Coba kirim lagi🙂
Yang harus dipersiapkan saat mengajukan naskah ke penerbit:
1. Naskah dalam tulisan times new roman atau arial dengan ukuran 12 spasi 1,5.
2. Naskah dalam bentuk fotokopian. Itu membuatmu lebih hemat. Saat naskah sudah diajukan ke penerbit namun naskah ditolak, naskah biasanya tidak akan dikembalikan.
3. Lampirkan biodata dan kalau perlu tambahkan kata pengantar. satu hal yg cukup penting, pastikan ‘cp’ no telepon yang ada di biodata selalu aktif!

>> Memilih penerbit

Usahakan naskahmu tembus ke penerbit-penerbit yang memiliki tampilan buku yang bagus! Cover yang bagus bisa membuat orang-orang menoleh ke karyamu. Sayang kan kalau kamu sudah susah payah membuat naskah, isinya bagus tapi dari sisi cover dan kualitas buku mengecewakan..

Semoga bermanfaat ya.. Ayo Menulis!!!😀

Silahkan loh.. kalau ada yang mau menambahkan atau meralat tulisan ini bisa komentar di bawah postingannya yaa..
Terima kasih🙂

Categories: Mimpi dan Cita | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: