Tak Setaat Ka’ab


Bismillahirrahmaanirrahiim..
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka„ serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (At-Taubah: 118)

Ka’ab menunduk lesu. Ia menanti kapankah keputusan Allah datang padanya. Sudah lebih dari sepuluh hari seluruh penduduk Madinah tidak menyapanya. Sungguh, dunia begitu terasa sempit, bahkan ketika ia bersama saudara-saudaranya, semakin ramai semakin sempit ia rasakan. Ka’ab bin Malik, salah seorang dari tiga sahabat Rasulullah yang mendapat hukuman karena kealpaannya pada perang Tabuk. Tubuhnya yang gagah membiarkan bayangan Rasulullah berlalu bersama pasukan meninggalkan madinah. Ia ingin bergabung, namun panasnya terik matahari menahannya, mengajaknya menunda hingga ia tersadar bayangan pasukan muslimin menghilang. Ia berpikir untuk menyusul. Namun sekali lagi, matahari yang begitu terik, bayangan jarak tempuh perjalanan yang teramat jauh serta lawan yang tidak bisa dianggap mudah, menghentikan langkahnya. Ka’ab tertinggal bersama muslim yang diragukan keimanannya. Ia menyesal..

Usai perang, Rasul menerima permohonan maaf sejumlah orang muslim sekaligus alasannya tidak ikut berangkat bersama pasukan muslimin. Kini tibalah giliran Ka’ab.. ia tidak memberikan alasan atas kelalaiannya. Ia mengaku sudah lalai. Maka Rasul pun menyuruhnya menunggu putusan Allah dan Ka’ab mendapat hukuman. Kaum muslimin tidak diperkenankan berbicara dengannya selama masa tangguhanannya itu, bahkan istrinya pun harus turut menjauhinya. Selama 50 hari Allah menghukum sahabat yang sebelumnya tidak pernah alpa dalam perang manapun ini hingga kabar baikpun mendatanginya, Rasul menyambut Ka’ab kali ini dengan senyum, bukan dengan diam. Beliau membacakan ayat at-Taubah: 118, mengabarkan ampunan Allah telah datang kepada mereka, Ka’ab dan dua sahabat lainnya..

Subhanallah, beginilah kehidupan kaum muslimin di Madinah dulu. Suatu umat yang kompak bersatu dalam pandangan, patuh dan istiqomah mengikuti perintah pemimpinnya. Mereka serentak menegur orang-orang yang absen dalam peperangan tanpa uzur, baik keluarga, saudara, dan bahkan masyarakat umum, sehingga orang yang berdosa itu hidup di tengah-tengah mereka bagaikan orang yang terhina. Akhirnya mereka  lulus dari ujian berat dengan ikhlas.

Kisah diatas terkait seorang sahabat yang baru sekali seumur hidupnya ‘bolos’ hanya pada satu perang. Tapi berapa lamakah Allah menghukumnya, hingga dapat menjadi pelajaran bagi yang lain? 50 hari. Masya Allah, beruntunglah kita yang tidak harus menghadapi peperangan, namun Allah menjadikan Jihad dengan berbagai media lainnya. Lalu seberapa seringkah kita melalaikan jihad kita? Bolos mentoring, halaqoh, atau agenda-agenda jihad ilmu lainnya? Merasa amankah dari hukuman dan teguran Allah? Atau jangan-jangan selama ini kita tidak menyadari teguran lembut dari Allah..

“Berangkatlah kamu dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui ” (at-Taubah:41)

 

Oleh Khairummy Mardhiah (dhi_khairumi@yahoo.com)

sumber: http://ayomentoring.tumblr.com/post/44437496999/tak-setaat-kaab

Categories: Kisah nabi dan para sahabat | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: