Belajar Ikhlas


IKHLAS

Buat saya, satu kata ini sangat mudah diucapkan namun belum tentu mudah menyesuaikannya dengan hati. Seringkali mengucapkan, “ya saya ikhlas” namun di hati masih belum ikhlas sepenuhnya. Masih ada pertanyaan “Mengapa begini?”,”Mengapa harus saya yang mengalami?”, “kok bisa *** seharusnya kan bisa ###?” dan lain sebagainya.

Sampai saat ini saya masih belajar bersahabat dengan hati menerima sesuatu hal yang tidak sesuai. Mencoba menjawab berbagai pertanyaan yang lalu lalang di hati. alasan saya tak menyukai sudah benar? kok bisa gitu? bisakah berubah? huaaa~~

IMG_0494

Sambil proses menuju ikhlas, coba baca-baca materi lagi tentang ikhlas. Berikut ini salah satu referensi materi dari blog-nya ust farid nu’man. Beliau membahas Rukun Ikhlas dalam dua bagian.

Ust. Farid Nu’man membahas ikhlas lebih kepada dalam hal beramal dan beribadah. untuk Ikhlas dalam menerima sesuatu, saya menangkapnya dalam point terakhir di Rukun Ikhlas bagian II. Intinya lebih kepada menerima dan membenci karena Allah. Tidak mengandalkan emosi sendiri. Alasannya hanya Allah, Allah lagi, Allah terus…

Semoga bermanfaat juga untuk yang sedang proses mendamaikan hati. Menyamakan ucapan dan hati dalam satu kata, IKHLAS..

Categories: Dakwah Islam, My Life | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: