Masa Awal Menyusui


Inget banget pernyataan salah satu dokter obgyn saya, dr.Gintha, “hamil tuh ga seberapa, masa menyusui itu yang luar biasa”. Huaaa… akhirnya saya paham banget maksud pernyataannya beliau.

Saya termasuk alhamdulillah. Walaupun kelahiran si kecil melalui operasi SC (22 Juni 2016), ASI bisa langsung keluar. Tapi.. si kecil tidak terlalu baik menyusuinya karena ada tongue tie plus ibu baru ini masih belum mahir meletakkan posisi si kecil. Akhirnya berat badan si kecil saat keluar dari Rumah Sakit turun banyak 😦 (berat saat lahir 2,9 kg dan berat saat keluar dari rumah sakit 2,4 kg).

Sebelum melahirkan udah ikut kelas laktasi, selama hamil udah baca buku tentang menyusui, dan selama 3 hari di rumah sakit dikunjungi dokter laktasi dua kali. Teteeeep… si kecil dan saya belum mahir menyusui.

image

Rekomendasi buku tentang menyusui

Seminggu awal menyusui puting saya lecet.Rasanya? Haduh… sakitnya nikmat luar biasa~  Saya sadar kalau puting lecet berarti masih ada yg salah dari cara menyusui. Tapi… perasaan.. teori-teori yang diketahui sudah dilakukan.PERASAAN :p

Kontrol minggu pertama setelah pulang dari rumah sakit, berat badan si kecil naik tapi tak signifikan. Dokter memperkirakan cara menyusui masih kurang tepat dan tongue tie si kecil.

H-4 Menjelang lebaran menyempatkan ke dokter anak lagi. Dokter anaknya berbeda. Kali ini dokternya adalah kenalan suami, dr. Ayi dari kliniknya dr. Achmad Kemang Timur. Sengaja bela-belain ke dokter karena jedanya terlalu lama kalo harus menunggu libur lebaran. Ga tega juga liat si kecil yg terlalu mungil. Hmm.. Akhirnyaaaa Si ibu baru ini bahagia bertemu dokter yang sabaaaaarr! Kita satu jam di ruangan dokter 😀 saya belajar menyusui lagi dan suami belajar menyendawakan si kecil.Belajar sampai kita berdua benar-benar bisa.

Jadi, apa yg selama ini salah??

  1. Areola kurang maksimal masuk jadi si kecil banyak ‘memainkan’ puting 
  2. Tidak berani memiringkan posisi si kecil (kepala sampai kaki si kecil harus menghadap saya. Perut si kecil bertemu perut saya)
  3. Tidak rileks (bahu saya naik padahal ga perlu menaikkan bahu. Bahu naik ga bikin payudara naik malah menunjukkan ketidak nyamanan. Setiap bahu saya naik, dokter akan menekan bahu saya sambil tersenyum dan bilang, “rileks aja mba..” >.< )

3 hal sederhana itu sukses bikin lecet dan rasanya mau menyerah. Alhamdulillah support suami dan melihat muka si kecil yg mungil berhasil bikin semangat untuk menyusui.

Tgl 30 juli kondisi si kecil akan dipantau lagi. Jika berat badan masih tak naik signifikan, maka si kecil akan di insisi. Dokter sudah menjelaskan bagaimana prosedur insisi. Tindakannya sederhana kok, tapi saya teteeep ngerasa degdegan 😦

Categories: Ulalaaa | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: