Tongue Tie


Pertama kali mengetahui tentang tongue tie dari buku tentang menyusui punya kakak ipar. buku itu saya baca sewaktu hamil. Ga nyangka ternyata si kecil punya tongue tie yang sangat terlihat jelas 😦

image

Buku tentang menyusui yang saya baca saat hamil

Tongue tie merupakan garis lidah bawah yang terlalu maju ke depan. Apa pengaruhnya? Pengaruhnya adalah si kecil tidak bisa maksimal menyedot asi (sedotan tidak maksimal dan isapannya sering terlepas) dan kemungkinan besar akan cadel.

Si kecil memiliki tongue tie yang sangat terlihat jelas karena garis lidah bawahnya maju banget ke depan. Efeknya, secara kasat mata kenaikan berat badan si kecil ga signifikan..

30 Juli 2016

Hari ini kontrol sebulannya si kecil. Agenda utamanya adalah vaksin hepatitis B II dan kontrol perkembangan tongue tie. Target dari dokter Ayi, sebulan setelah lahir berat badan nambah minimal 800gr. Berat badan si kecil cuma nambah 700gr….. 😦 lahir dengan berat 2,9kg dan saat ini berat badannya 3,6kg. Waktu keluar dari RS berat badannya Rama cuma 2,4 kg. Mungil banget yaa >.< kalau terhitungnya dari saat keluar RS sebenernya kenaikan berat badan lumayan. Hiks.. tetep aja kurang banyak nambah berat badannya..

Dokter Ayi sangat menyarankan insisi segera. Berat badan masih termasuk kurang dan selagi usianya masih sebulan. Saya dan suami langsung setuju. Bismillah ya nak………..

Di klinik tidak ada perlengkapan untuk insisi. Dokter Ayi memberikan pilihan. Mau tindakan di RS Asih atau RSPP. Beliau selain praktek di klinik dr. Achmad juga praktek di kedua RS tersebut. Karena kita mau tindakan hari ini juga, kita putuskan untuk tindakan di Asih. Lebih dekat.

Akhirnya dari klinik dr. Achmad kita ke RS Asih.

Sebelum insisi, ASI diperah si kecil dikondisikan tidak terlalu kenyang dan harus dibedong agar tangan dan kakinya tidak mengganggu saat tindakan.

Rangkaian yang akan dijalani secara garis besar

  • Tongue tie diberi perahan asi
  • Tongue tie digunting
  • Tongue tie ditekan dengan kapas basah (basahnya basah ASI)
  • Si kecil langsung menyusui

Ya.. tindakannya seSEDERHANA itu

Kenyataannya

ASI saya kurang banyak saat diperah dan sebagai tambahannya adalah obat. Semacam obat kebal. Tindakannya memang sederhana tapi berhasil membuat saya tertegun dan menitikkan air mata mendengar jeritan tangisannya. Melihat si kecil berontak sambil mengucurkan banyak darah. Duh.. emak mana yg tega liat anaknya gitu 😦 yaa.. terkadang kita harus merasakan perih dulu nak sebelum merasakan suatu kenikmatan. InsyaAllah setelah insisi makin sehat dan pintar ya nak.. 🙂

Terima kasih dokter Ayi yang sudah meluangkan waktu sibuknya untuk menginsisi si kecil. Makasih juga buat eyang akung dan uti yg udah do’ain. Ga lupa terima kasih buat eyang pen yang udah ikutan panik beberapa hari yang lalu sampai bela-belain telpon dan jadi lebih panik karena teleponnya ga diangkat. Akung lagi kerja pun sampai ditelponin cuma buat nanya gimana kabarnya si kecil. Huhuhuuuu… terharu.. kiss hug buat semua yang mencintai si kecil ♡

Advertisements
Categories: Ulalaaa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: